Suasana hangat menyelimuti Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah. Di tengah riuh rendah para kader, sebuah keputusan penting lahir: Monica Subastia resmi diamanatkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030.
Penetapan ini bukan hasil voting semata, melainkan buah dari musyawarah mufakat yang berlangsung dalam Sidang Formatur di Hotel Dwangsa, Surakarta, Sabtu (8/8/2026). Tepat pukul 09.45 WIB, Ketua Panitia Pemilihan, Ni’matul Azizah, membacakan pengumuman resmi.
“Dengan ditetapkannya ketua umum tersebut, proses pemilihan telah dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi,” tegas Ni’matul Azizah, menandai berakhirnya proses panjang yang melibatkan 13 formatur.
Monica Subastia Terpilih Sebagai Ketua Umum PPNA
Usai pembacaan berita acara, Monica bersama jajaran formatur maju ke panggung. Tepuk tangan meriah mengiringi langkahnya. Di hadapan ratusan peserta, Monica menyampaikan pesan singkat namun penuh makna.
“Harapan untuk Nasyiatul Aisyiyah ke depan, mari kita bawa obor ini agar menyala, bukan hanya di atas, tetapi menerangi seluruh jagad Indonesia,” seru Monica, memantik semangat kader muda yang hadir.
Terpilihnya Monica sekaligus menuntaskan agenda utama Muktamar ke-15. Ia menggantikan Ariati Dina Puspitasari, dan siap memimpin roda organisasi selama empat tahun ke depan. Penetapan ini juga menandai langkah Nasyiatul Aisyiyah memasuki abad keduanya sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan.
Sebelumnya, Monica sudah menunjukkan kiprah kuat. Pada Sidang Pleno III Tanwir Nasyiatul Aisyiyah, Kamis (6/8/2026), ia masuk sebagai salah satu dari 39 calon tetap dengan 174 suara. Di forum Muktamar, Monica bahkan meraih suara tertinggi: 725 suara.
Saat ini Monica menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah periode 2022–2026. Ia juga founder Komunitas Ruang Belajar Perempuan, sebuah wadah pemberdayaan yang ia dirikan untuk mendukung kaum perempuan.
Tinggal di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Monica dikenal sebagai pekerja lepas yang aktif di bidang penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas. Di usia 30 tahun, kiprahnya sudah melampaui batas wilayah, menjadikannya sosok inspiratif bagi generasi muda.
Dengan semangat yang ia bawa, Monica Subastia bukan sekadar pemimpin baru. Ia adalah simbol harapan, obor yang diharapkan mampu menerangi jalan panjang Nasyiatul Aisyiyah. Perjalanan empat tahun ke depan akan menjadi panggung pembuktian, bagaimana perempuan muda bisa memimpin gerakan Islam berkemajuan di Indonesia.