JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia untuk periode 9 hingga 12 September 2026.
Berdasarkan informasi maritim BMKG, terdapat puluhan wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.
BMKG mencatat sebanyak 37 wilayah perairan masuk kategori gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5–4 meter dalam periode peringatan tersebut.
Sementara itu, terdapat 112 wilayah perairan yang berada pada kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter. BMKG juga mencatat tidak ada wilayah yang masuk kategori gelombang ekstrem di atas 6 meter maupun sangat tinggi 4–6 meter dalam pembaruan peringatan tersebut.
Kondisi ini dipengaruhi pola angin di berbagai wilayah Indonesia. BMKG menyebut angin di bagian selatan Indonesia umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8–25 knot.
Banten menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. BMKG memperkirakan gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, Perairan Selatan Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak.
Untuk Selat Sunda bagian utara, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kategori sedang, yakni 1,25–2,5 meter.
Peringatan ini menjadi semakin relevan mengingat aktivitas masyarakat dan pelayaran di Selat Sunda cukup tinggi. Kondisi laut juga dapat berubah mengikuti perkembangan angin dan cuaca.
Potensi gelombang tinggi juga terdapat di sejumlah perairan Jawa Timur. BMKG mencatat beberapa wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 2,5–4 meter, antara lain Perairan Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Di Bali, potensi gelombang tinggi mencakup Selat Bali bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok bagian selatan.
Sementara itu, di wilayah Lampung, potensi gelombang 2,5–4 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung.
BMKG menjelaskan bahwa pola angin dan kecepatannya menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan ketinggian gelombang.
Di sejumlah wilayah selatan Indonesia, angin dapat mencapai kecepatan hingga puluhan knot. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang, terutama di wilayah perairan terbuka.
Karena itu, kondisi laut perlu diperhatikan secara berkala oleh masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah pesisir maupun pengguna transportasi laut.
Peringatan gelombang tinggi merupakan informasi penting bagi keselamatan aktivitas maritim. Perubahan kondisi angin dan gelombang dapat berlangsung dinamis sehingga masyarakat disarankan mengikuti pembaruan informasi resmi dari BMKG dan arahan otoritas setempat.
Peringatan BMKG ini berlaku hingga 12 September 2026, dengan waktu berlaku menyesuaikan zona waktu masing-masing wilayah.
Jendral888 akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi perairan Indonesia berdasarkan informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait.